Wednesday, June 11, 2008

Bukan.. Tapi Hijab Hati..

Pagi itu ditemani segelintir pepohonan dan tiupan angin. Aku menggigil. Dingin. Kulirik orang di sebelah kanan ku. Ia diam saja, membiarkanku berbicara, memuntahkan semua yang kurasa. Kami hanya berdua ketika itu.

Selesai semua keluhku. Aku menoleh kearahnya. Menagih tanggapan.

"Jaga hijab ya dek.." Hanya itu.
Ia tersenyum ke arahku
"Mmm.. Insya Allah mbak" Bingung.
Ia seperti menangkap kebingunganku.
"Bukan hanya hijab yang ini" ia menyentuh kerudung biruku, "tapi hijab yang di hati"

Tersenyum lagi.
Aku ikut tersenyum. Tersenyum karena tidak mengerti. Dan sayang sekali sang mbak kali ini tidak bisa atau mungkin sebenarnya ia mengetahui ke-belum-mengerti-anku tapi tetap saja tidak bisa berlama-lama lagi meladeni semua kebebalanku. Ia pun pergi.
"Assalamu'alaikum" Diraihnya tanganku, ia memelukku sekilas.
"Wa'alaikumsalam warohmatullah.. Makasih mbak"

***

"Tapi aku kan hanya menawarkan pertemanan saja"
"Kau mungkin memang iya, tapi siapa yang bisa menjamin merekapun begitu?"
"Tidak ada yang steril dalam hubungan antara seorang laki-laki dan seorang perempuan"
"Tapi, aku hanya ingin berteman. Hanya berteman!"
"Semua sikapmu itu membuat mereka berharap lebih!"
"Terserah mereka. Yang jelas aku hanya mau berteman."
"Sesukamu lah, pada akhirnya kau juga yang kebingungan karena ulah mereka"
"..." Terdiam.
"Dek, mintalah fatwa pada hatimu.."
Hening.
"Aku harus bagaimana mbak?"
"Hijab hati dek.."
Itu lagi. Aku (tetap) tak mengerti.

***

Aku berdiri di pasir pantai. Memandang lurus ke kejauhan. Laut dimana-mana. Fffhfhuuu.. Leganya. Memuaskan seluruh kerinduan akan tempat ini. Menarik napas dalam. Perlahan melepas. Kurasakan kepenatan dikepala terlarut lenyap. Tersenyumku.
Aku duduk. Memainkan pasir ditanganku. Tetap menatap ke kejauhan.

-bersumbang-
^^

0 komentar: