Showing posts with label Kontes. Show all posts
Showing posts with label Kontes. Show all posts

[QuizzRasaContest] Prepare for Ramadhan


Bismillah...
Insya Allah akan bertemu lagi dengan Ramadhan
Apa saja yang sudah temans persiapkan untuk Ramadhan?
Ada yang berbeda dari Ramadhan tahun ini?
Status baru?
Anggota keluarga baru?
Ramadhan pertama dengan si kecil?
Aktivitas kerja atau kuliah atau sekolah yang padat di saat Ramadhan?
Sudahkan mempersiapkan rencana sukses menghadapi Ramadhan?

Yuk, temans ikutan [QuizzRasaContest] Prepare for Ramadhan

Caranya mudah sangat:
  1. Buat tulisan dengan tema Persiapan Menghadapi Ramadhan (Tema ya, judul boleh beda-beda). Boleh rencana harian selama Ramadhan, tips sukses, dsb
  2. Panjang tulisan minimal 300 kata
  3. Jenis font, spasi, dsb bebas, asal mudah terbaca
  4. Tulisan dikirim dalam bentuk attachment (bukan di body email) ke feb.rizqi@gmail.com
  5. Setelah kirim email, konfirmasi via komen di pengumuman ini ya, format konfirmasinya begini: #Nama IDMultiply #Alamat email #Judul Tulisan. Misal. #watashop #feb.rizqi@gmail.com #Prepare for Ramadhan
  6. Peserta wajib memasang banner QuizzRasaContest di blog/mp masing-masing. Copas kode berikut ya


Batas waktu pengiriman Hari Kamis, 28 Juli 2011
Akan dipilih dua pemenang yang tulisannya paling menggugah *ehem
Pengumuman Pemenang tanggal 1 Agustus 2011 di mp Watashop

Pemilihan pemenang melalui penjurian (Tenang mak, ga ada vote-vote_an )
Jurinya ane sendiri dan seorang penulis (nama masih dirahasiakan, hehe)

Hadiahnya apa?
1 Set Atasan+Rok+Jilbab dari JilbabCantik
1 Baby Oz Menstrual Pad
(Ongkos kirim ditanggung pemenang, untuk daerah tertentu *luar jawa* ada subsidi ongkir)

Ada yang mau daftar jadi sponsor? pm ya makk

Yukkk
Sekian dulu ya, ketentuan lain-lain mungkin akan menyusul (pengalaman pertama bikin contest macam ginian, hehe)
Ditunggu tulisan menginspirasinyaa!

Regards
Rizqi Febriani Putri
http://watakushi-q2.blogspot.com/
http://watashop.multiply.com/

(Ikutan) Another Giveaway: Uji Otak Berhadiah Novel

Masih melek ni ane jam segini, gara-gara kebiasaan begadang dari minggu malam sampai rabu malam ngerjain iseng-iseng (baca: tugas) kuliah yang buanyakkkk!
Abis blogwalking dimari, eh ternyata ada bagi-bagi novel *wink

Judul giveawaynya Uji Otak Berhadiah Novel
Soalnya begini ni:
Berapa


jika


Familiar ya dengan bentuk soal semacam ini? Tepat! Cara mengerjakannya sama seperti ketika mengerjakan soal-soal Deret Aritmatika. Masih ingat kan 'binatang' ini? Pelajaran matematika jaman sekolah dulu.

Untuk bisa menjawab, pertama harus menemukan polanya dulu. Ambil contoh di baris pertama,

5+3+2 = 15 10 22
5*3 = 15
5*2 = 10
(5*(3+2))-3 = 22

Untuk baris kedua,
9+2+4 = 18 36 52
9*2 = 18
9*4 = 36
(9*(2+4))-2 = 52

Begitu juga untuk yang baris ketiga (itung sendiri ya, cape juga ketiknya).

Kalau sudah menemukan pola, lebih mudahnya kita bikin rumus. Untuk soal yang baris pertama
5+3+2 = 151022
sama dengan
a+b+c = (rumus)

Melihat pola diatas, jadi rumusnya adalah

Ahaha, gimana? Sudah pusing belum? Kalau bikin rumus malah jadi pusing, diskip saja boleh, asal kita udah tahu polanya.

Lanjut ya...

Jadi berapakah 7+7+7...?


Ffiuhh.. selesai juga ketak-ketik jawaban giveaway.
Mbak Fanny, aku mau Confessions of a Shopaholic karya Sophie Kinsella ya mbak *BerasaMenang

Sekiaaann.
Matematika kadang-kadang menyenangkan juga ya, apalagi setelah berminggu-minggu berhadapan dengan resume-resume dan akuntansi akrual dan akuntansi manajemen dan audit dan lain-lain *curcol.

Semoga bermanfaat
Semoga beruntung (pemenangnya diundi soalnya)
Semoga dapat buku gratis
Amin ya Robb...

*Cheers :)

[MaretCeria] Waktu Itu di JOGJA ^^

Ikutan MaretCeria Cal-Vin Giveaway di http://www.fitrian.net/2011/03/maret-ceria.html
Hasil dari blogwalking mengunjungi blognya Bundit :D

Keterangan foto:
Itu foto aku sama adekku di area Kampus UGM di Jogja. Waktu itu aku masih tinggal di Semarang dan adekku kuliah di Jogja, jadinya sering saling mengunjungi. Itu ceritanya kita habis jajan Cilok. Jajanan favorit saat itu Cilok, Batagor dan Es Kunyit Asam (kalo ga salah eh) yang murah meriah di UGM :D
Kalau mengingat masa lalu, momen-momen jalan-jalan berdua terasa mewah sekarang setelah kita tinggal terpisah Solo-Jakarta.

Gimana, cukup ekspresifkah kita berdua? hahayyy...

Jumpalitan Bersama JMI


“Ketika seorang ibu memiliki pekerjaan di luar rumah sekalipun, ia tak akan lepas dari urusan domestik.” Quote dari bagian pengantar di buku Jumpalitan Menjadi Ibu. Buku ini berisi kumpulan cerita pengalaman real para ibu, baik yang menjadi full time/stay at home mother maupun working mom. Dan benang merah semua cerita itu adalah balada, jumpalitan, serta kerepotan para ibu itu dalam menjalani perannya sebagai seorang ibu yang harus menghandle urusan rumah tangga (ataupun para ibu bekerja yang harus mendelegasikan sebagian tugasnya pada Asisten Rumah Tangga), memikirkan menu sehat untuk anak, mengantar-jemput anak sekolah, menjalani kehamilan, mendidik anak, dsb. Membaca buku ini meyakinkan saya bahwa keduanya, baik full time ataupun working mother, salah satu tidak lebih baik atau lebih buruk dari yang lainnya. Dan saya yang baru satu tahun menjadi ibu ini, menjadi semakin sadar bahwa menjadi seorang ibu mungkin akan mengurangi beberapa keleluasaan yang pernah dimiliki ketika masih lajang dulu, tapi ada banyak hal-hal membahagiakan yang tidak akan pernah terbayangkan jika tidak menjadi ibu.

Membaca buku ini akan membuat perasaan teraduk-aduk, apalagi jika membacanya sekali habis tanpa dijedai dengan aktivitas lain. Beberapa cerita membuat saya geli karena gaya penuturan penulis yang kocak, beberapa membuat saya terkagum dan salut dengan sikap sang penulis terhadap anaknya, ikut merasa khawatir ketika membaca cerita tentang pengaruh negatif teknologi pada anak, kemudian merasa prihatin ketika membaca ulah ART dan sulitnya mencari ART yang sesuai dengan harapan, bahkan sempat ‘meleleh’ di cerita ketiga yang berjudul Cinta Bunda di Setiap Embusan Napas.

Beberapa tahapan dalam cerita-cerita di buku ini sudah dan sedang saya jalani, seperti pengalaman kehamilan, memasak menu untuk anak, dan mencari ART. Sedangkan tahapan seperti mengantar anak ke sekolah, ‘serunya’ menjalani pagi hari ketika mempunyai anak usia sekolah, ataupun masalah pergaulan anak, adalah tahapan yang baru akan saya jalani minimal lima tahun kedepan. Tapi tetap saja sharing pengalaman para ibu ini bermanfaat untuk mempersiapkan mental dan ‘perbekalan’ lain yang diperlukan ketika saat itu nanti tiba.

Jadi, tidak perlu menunggu menjadi ibu untuk bisa membaca buku ini, seorang anak, seorang single, atau seorang ayah, boleh saja membaca buku ini agar bisa lebih berempati pada para ibu =)

Tulisan ini diikutsertakan dalam Lomba Menulis Notes Jumpalitan Menjadi Ibu yang diadakan penerbit Lingkar Pena

Foto diambil dari sini

Karier Saya adalah Keluarga

Karier saya adalah keluarga (Mario Teguh - The Golden Ways)

Banyak yang terjadi sepanjang tahun 2010 ini. Mulai dari melahirkan (28 Maret 2010), mutasi kerja ke Jakarta (per Mei 2010, tepat beberapa minggu sebelum cuti melahirkan berakhir, alhamdulillah bisa tinggal bersama suami setelah menjalani LDL Semarang-Jakarta sejak pernikahan 12 April 2009 :)), merintis bisnis online perlengkapan ibu, bayi dan muslimah WataShop (Agustus 2010) dan yang terakhir pengumuman Tugas Belajar November 2010 lalu (insya Alloh mulai Januari 2011 saya akan kembali ke bangku kuliah :))

Alhamdulillah. Bersyukur atas begitu banyak nikmat yang saya rasakan. Tapi yang namanya manusia, keinginan lebih akan selalu saja ada ya? (Hiks, astaghfirulloh, semoga bukan kufur nikmat). Belakangan ini keinginan untuk resign semakin menjadi saja. Ingin, sungguh ingin menjadi working-at-home-mom (WHM) yang punya banyak waktu bersama dengan anak, tidak seperti sekarang ini yang harus meninggalkan anak dari pukul tujuh pagi sampai pukul enam petang, membiarkan anak dalam asuhan Asisten Rumah Tangga. Keinginan ini semakin menjadi melankolik ketika membaca curhatan ibu-ibu di forum diskusi dan milis, ketika bertransaksi dengan WHM, bahkan ketika berinteraksi dengan tetangga yang full-time-mother (FTM).

Mencoba merunut sejak kapan niatan resign itu terlintas, hmmm, sepertinya sejak punya bayi. Awalnya sebatas keinginan abstrak saja, bahwa saya ingin berhenti bekerja dari kantor sebelum masa pensiun datang. Berhitung, masa pensiun umur 56 tahun, pada umur setua itu anak-anak saya pasti sudah tinggal bersama keluarga masing-masing, dan saya hanya berdua dengan suami saja (insya Allah). Ugh, nggak mau saya bersepi-sepi di masa tua. Maunya saya, berhenti kerja ketika saya belum terlalu tua dan anak-anak belum terlalu dewasa, biar bisa main bersama :)

Malam tadi ketika membaca buku Bunda Manajer Keluarga tulisan Irawati Istadi, ada satu paragraf di halaman 233 yang menyentil hati ini, isi paragraf itu adalah bahwa ‘Para wanita di Jepang berhenti dari pekerjaan mereka ketika mereka mempunyai bayi, dan mereka memulai mencari pekerjaan yang bersifat part time ketika anak mereka berusia 2 tahun kemudian ketika anak-anak mereka telah mencapai usia sekolah dasar baru wanita Jepang serius membangun karier mereka lagi’. Saya utarakan hal ini pada suami, jawabnya “Adik siap ga, uang belanja dikurangi, nggak jajan-jajan di luar lagi...(dst)?” Ya, ya, ya, saya sadar bahwa keputusan untuk resign itu bukan keputusan yang mudah, konsekuensi secara finansial pasti ada. Banyak hal yang harus dipersiapkan. Termasuk mengkomunikasikan rencana resign pada keluarga, tidak hanya pada keluarga inti tapi juga keluarga noninti.

Bismillah... bertekad untuk menjadikan keluarga sebagai karier utama, dengan (berusaha) tidak menganaktirikan karier-karier yang lain (sebagai pegawai dan sebagai owner dari WataShop :D). Untuk jangka pendek ini sepertinya tidak memungkinkan untuk bisa segera resign, jadi langkah minimal yang bisa saya lakukan adalah menyusun rencana resign yang lebih realistis dan memantapkan WataShop ini agar cukup menghasilkan ketika saatnya saya resign nanti. Mohon doanya :)

Artikel ini diikutsertakan pada Kontes Unggulan Muhasabah Akhir Tahun di BlogCamp


Powered by Blogger