Mupeng Macarons


ditulis oleh :: Rizqi Febriani Putri

Barusan lihat iklan yang dipasang di inbox multiply, dan mupenglah saya liat gambarnya, slurrpp.. 


Iyap, mupeng macarons
Ingin banget langsung order, tapi inget-inget lagi bahwa kue-kue dan produk baking itu penuh dengan titik kritis kehalalan dari bahan-bahan pembuatnya.
Akhirnya googlinglah saya dengan keyword :: macarons recipe
Ada banyak web yang menyajikan resep macarons, masuk ke satu situs,disini
Aku copas bahan pembuatnya ya ::

Ingredients
300g icing sugar
300g ground almonds
5 eggwhites (from 59g eggs)
Pinch of cream of tartar
1/3 cup (75g) caster sugar
Red and yellow food colouring

Fillings
250g unsalted butter, softened
150g icing sugar, sifted
2 tsp finely grated mandarin rind
1 tsp orange blossom water
1/2 cup raspberries
1 tsp rosewater

Apa yang aneh dari bahan diatas? Ingat-ingat topik pembahasan di milis HBE (Halal-Baik-Enak), tuing! Cream of Tartar! Tapi berhubung aku seringnya baca a la scanning di milis, akhirnya googling lagi tentang cream of tartar.

Potassium bitartrate, also known as potassium hydrogen tartrate, has formula KC4H5O6, is a byproduct of winemaking. In cooking it is known as cream of tartar.

Cream of tartar terbentuk akibat kristalisasi yang terjadi saat pembuatan wine. Jadi bisa dibilang dia terbentuk pada saat fermentasi dari jus anggur sehingga ada yang menyebutnya dengan "crusted wine".

Fungsi dari cream of tartar adalah ::
Menstabilkan putih telur saat dikocok.
Mencegah terjadinya kristalisasi pada sirup gula.
Mengurangi perubahan warna sayuran saat ia direbus.
Apabila dicampur dengan Baking Soda, dapat menggantikan fungsi Baking Powder. 
Haissh, pupus sudah harapan untuk makan macarons begitu tahu kalo cream of tartar adalah bahan sampingan (by product) yang dihasilkan dari proses pembuatan wine. Wine adalah khamr dan sudah jelas haram lah ya.

Tapi jangan kuatir, ada alternatif bahan pengganti untuk cream of tartar. Yaitu air perasan jeruk nipis/lemon (dan/atau??) cuka , sebanyak tiga takaran dari takaran cream of tartar dalam resep.

Semoga bermanfaat :)

Referensi ::

MarKiBek (Mari Kita Bekam)

Pernah baca dimana gitu, faktor penyebab (menurut manusia ya) kenapa wanita relatif berumur lebih panjang daripada laki-laki, salah satunya adalah karena wanita setiap bulan secara teratur mengeluarkan darah kotor. Ya, mentruasi itu. Dengan keluarnya darah kotor itu, ada perbaruan darah yang mengalir dalam tubuh. Entah ya secara medis ini bener atau ga, ga ngerti ane, padahal kan darah yang dikeluarkan saat menstruasi itu adalah darah yang ada di dinding rahim yang meluruh karena tida terjadi pembuahan. Berarti dia bukan darah yang ada dalam sistem peredaran darah tubuh ya? #bingungsendiri :D --> Maaf ya mak-mak, beginilah kalo posting tapi males googling untuk cari referensi :p

Mari loncat ke topik yang sebenarnya aku pengen ceritakan ya :)

Sudah hampir setahun ini aku merutinkan berbekam setiap bulan (idealnya si, tapi kadang lupa atau ga sempat) di klinik BRC Utan Kayu (BRC = Bekam Rukyah Center). Motivasinya apa? ya ingin sehat aja, ini metode pengobatan yang dianjurkan di jaman Rasulullah lho, dan sekarang sedang in lagi, umat beramai-ramai kembali ke sunnah dan pengobatan herbal menggantikan pengobatan dengan bahan-bahan kimia  Selain ini, aku memang berusaha menghindari obat-obatan kimia, kecuali jika tidak ada alternatif lain. Seingatku terakhir ‘ngobat’ adalah pas kena DBD dengue tahun 2007 lalu. Setelah itu bukannya ga pernah sakit, tapi sakit ringan lah macam demam atau pilek yang paling-paling sembuh setelah diobati dengan minum madu, habbats, banyak minum dan istirahat cukup.

Awal coba bekam, ga kebayang juga si akan ditusuk-tusuk dengan jarum trus kemudian disedot darah kotornya. Tapi ternyata mantap dan bikin ketagihan, hehe, efek setelah bekam itu enak banget lho. Kalo aku setelah bekam biasanya ngantuk trus setelah dibawa tidur badan jadi terasa ringaann… 
Masih takut berbekam? Ga sakit kok, alat yang dipake untuk tusuk itu semacam pensil mekanik (yang bunyi ctek-ctek itu) tapi ujungnya jarum. Trus karena bekam di tempat yang pembekamnya sudah terlatih kek di BRC itu, jadinya ya ga sakit.
Dan puas lagi pas lihat darah kotor yang keluar, darah berwarna merah gelap gitu. Eh, tambah lagi, pas aku rutin ikutan aerobic setiap minggu, terlihat efeknya pas bekam, aliran darah yang keluar jadi lancar gitu.
Masih takut berbekam? yasudah gapapa, mungkin bisa dengan donor darah secara teratur tiap bulan (eh, tapi itu berati bukan darah kotor kan ya yang keluar? #bingunglagi). Hihi :D

Salam,
Rizqi Febriani Putri

Photobucket
http://watashop.multiply.com/
Pilihan cerdas berbusana muslimah
087-889-34-37-22

Ini Rencana Ramadhanku, Kalau Kamu? :)


Alhamdulillah, insya Allah akan bertemu dengan bulan Ramadhan lagi. Ramadhan kali ini begitu banyak hal yang baru dan berbeda dari ramadhan-ramadhanku sebelumnya. Ramadhan kedua sebagai seorang ibu, ramadhan pertama tinggal serumah dengan suami, plus status menjadi mahasiswa (lagi) yang tugasnya banyak (buangettt! tiada dosen tanpa kasih tugas. Ffiuhh..)

Ingin sukses ramadhan pastinya. Kalau mau sukses berarti harus direncanakan, karena gagal merencanakan sama dengan merencanakan kegagalan. Ga mau ah menjalani ramadhan mengalir begitu saja, mending kalau alirannya aliran keimanan yang menaik, lah seringnya malah ga jelas. Jadi, ya harus bikin perencanaan yang jelas. Apalagi dengan begitu banyak perubahan kondisi di ramadhan yang akan datang ini.

Pertama, perubahan kondisi menjadi seorang ibu. Yang ada di bayanganku, ibu itu ketika Ramadhan tanggung jawabnya besar ya, menyiapkan menu sahur dan berbuka. Aku juga maunya menyiapkan makanan yang sehat untuk keluarga, apalagi anakku (Salsa) baru umur 16 bulan (bulan juli ini) sedang dalam fase membangun fondasi untuk kebiasaan makannya ketika besar nanti. Yang mungkin sedikit mengganggu tugas memasakku nanti selama ramadhan adalah UTS. Yap, ujian tengah semester yang akan berlangsung ditengah ramadhan nanti. Tapi bisa diakali dengan membeli lauk di warteg untuk makanku dan asisten, kalau untuk Salsa mah teteup harus masak. Eh tapi belakangan aku sudah semakin ‘jago’ (haishh) memasak menu yang bisa dimakan untuk lebih dari satu hari, semacam soto, atau sambal goreng ati, atau bacem, dan kawan-kawannya. Atau ini ni senjata rahasianya, menyediakan lauk-lauk-siap-makan seperti kering kentang/tempe, abon, rendang (hihi, aku beli rendang kering di rendangnenek.multiply.com), dll.

Kedua, ini yang paling penting sebenarnya, membuat target ibadah selama ramadhan yang realistis ditengah aktivitas yang lebih padat (karena tugas kuliah) dan lebih tak terduga (karena ada Salsa yang waktu tidurnya kadang tidak teratur). Target ibadah semacam tilawah (harus bisa khatam 30 juz minimal satu kali selama ramadhan!), bismillah… mungkin harus tenteng Quran kecil saat kuliah atau saat main-main sama anak, begitu ada kesempatan untuk baca, langsung baca. Untuk tarawih, ramadhan kemarin praktis ga pernah tarawih jama’ah di masjid karena waktu Salsa baru 4 bulan jadi harus ditongkrongin terus, kalau sekarang sepertinya seru untuk coba ngajakin Salsa tarawih di masjid.

Ketiga, menjaga fisik. Tugas kuliah yang seabrek, ditambah akan ujian, biasanya harus begadang habis-habisan tuh. Makanya biar fisik selalu terjaga, selalu sedia suplemen. Kalau aku, suplemennya ya habbatussauda (kapsul) dan suka minum kopi habbats juga (kopi yang ga pake biji kopi, hehe), terus minum shake herbalife. Terus ditambah olahraga, sudah hampir sebulan ini rutin aerobik dua kali seminggu.
Begitulah rencanaku menikmati ramadhan nanti, kalau kamu?

[QuizzRasaContest] Prepare for Ramadhan


Bismillah...
Insya Allah akan bertemu lagi dengan Ramadhan
Apa saja yang sudah temans persiapkan untuk Ramadhan?
Ada yang berbeda dari Ramadhan tahun ini?
Status baru?
Anggota keluarga baru?
Ramadhan pertama dengan si kecil?
Aktivitas kerja atau kuliah atau sekolah yang padat di saat Ramadhan?
Sudahkan mempersiapkan rencana sukses menghadapi Ramadhan?

Yuk, temans ikutan [QuizzRasaContest] Prepare for Ramadhan

Caranya mudah sangat:
  1. Buat tulisan dengan tema Persiapan Menghadapi Ramadhan (Tema ya, judul boleh beda-beda). Boleh rencana harian selama Ramadhan, tips sukses, dsb
  2. Panjang tulisan minimal 300 kata
  3. Jenis font, spasi, dsb bebas, asal mudah terbaca
  4. Tulisan dikirim dalam bentuk attachment (bukan di body email) ke feb.rizqi@gmail.com
  5. Setelah kirim email, konfirmasi via komen di pengumuman ini ya, format konfirmasinya begini: #Nama IDMultiply #Alamat email #Judul Tulisan. Misal. #watashop #feb.rizqi@gmail.com #Prepare for Ramadhan
  6. Peserta wajib memasang banner QuizzRasaContest di blog/mp masing-masing. Copas kode berikut ya


Batas waktu pengiriman Hari Kamis, 28 Juli 2011
Akan dipilih dua pemenang yang tulisannya paling menggugah *ehem
Pengumuman Pemenang tanggal 1 Agustus 2011 di mp Watashop

Pemilihan pemenang melalui penjurian (Tenang mak, ga ada vote-vote_an )
Jurinya ane sendiri dan seorang penulis (nama masih dirahasiakan, hehe)

Hadiahnya apa?
1 Set Atasan+Rok+Jilbab dari JilbabCantik
1 Baby Oz Menstrual Pad
(Ongkos kirim ditanggung pemenang, untuk daerah tertentu *luar jawa* ada subsidi ongkir)

Ada yang mau daftar jadi sponsor? pm ya makk

Yukkk
Sekian dulu ya, ketentuan lain-lain mungkin akan menyusul (pengalaman pertama bikin contest macam ginian, hehe)
Ditunggu tulisan menginspirasinyaa!

Regards
Rizqi Febriani Putri
http://watakushi-q2.blogspot.com/
http://watashop.multiply.com/

(Ikutan) Another Giveaway: Uji Otak Berhadiah Novel

Masih melek ni ane jam segini, gara-gara kebiasaan begadang dari minggu malam sampai rabu malam ngerjain iseng-iseng (baca: tugas) kuliah yang buanyakkkk!
Abis blogwalking dimari, eh ternyata ada bagi-bagi novel *wink

Judul giveawaynya Uji Otak Berhadiah Novel
Soalnya begini ni:
Berapa


jika


Familiar ya dengan bentuk soal semacam ini? Tepat! Cara mengerjakannya sama seperti ketika mengerjakan soal-soal Deret Aritmatika. Masih ingat kan 'binatang' ini? Pelajaran matematika jaman sekolah dulu.

Untuk bisa menjawab, pertama harus menemukan polanya dulu. Ambil contoh di baris pertama,

5+3+2 = 15 10 22
5*3 = 15
5*2 = 10
(5*(3+2))-3 = 22

Untuk baris kedua,
9+2+4 = 18 36 52
9*2 = 18
9*4 = 36
(9*(2+4))-2 = 52

Begitu juga untuk yang baris ketiga (itung sendiri ya, cape juga ketiknya).

Kalau sudah menemukan pola, lebih mudahnya kita bikin rumus. Untuk soal yang baris pertama
5+3+2 = 151022
sama dengan
a+b+c = (rumus)

Melihat pola diatas, jadi rumusnya adalah

Ahaha, gimana? Sudah pusing belum? Kalau bikin rumus malah jadi pusing, diskip saja boleh, asal kita udah tahu polanya.

Lanjut ya...

Jadi berapakah 7+7+7...?


Ffiuhh.. selesai juga ketak-ketik jawaban giveaway.
Mbak Fanny, aku mau Confessions of a Shopaholic karya Sophie Kinsella ya mbak *BerasaMenang

Sekiaaann.
Matematika kadang-kadang menyenangkan juga ya, apalagi setelah berminggu-minggu berhadapan dengan resume-resume dan akuntansi akrual dan akuntansi manajemen dan audit dan lain-lain *curcol.

Semoga bermanfaat
Semoga beruntung (pemenangnya diundi soalnya)
Semoga dapat buku gratis
Amin ya Robb...

*Cheers :)

Ga Bisa Komen di Blog Sendiri, oh derita..

Para pembaca blog ini, terutama yang meninggalkan komen disini, mungkin mengamati beberapa postingan terakhir selalu tidak ada tanggapan komen dari saya
#pede-banget-ada-yang-konsisten-membaca-blog-ini :D

Sekalian meluruskan ya, bukannya saya mengabaikan atau males menjawab komen yang ada, tapi.. karena tidak bisa komen.

Begini ini tampilannya kalo mau komen di blog sendiri,
Udah tulis komen berbanyak-banyak, begitu klik Post Comment, tuing! #nothinghappen
Ada yang bisa beri solusi?

Terima kasih banyak :)



Update:: 28 Juni 2011
Masalah terpecahkan!
Ternyata biang keroknya adalah penempatan komentar yang disematkan di bawah page. Dan cara penyelesaiannya simple sangat! Tinggal ubah pengaturan komentar, penempatan formulir komentar ganti dari disemat dibawah entri menjadi jendela munculan. Udah gitu dowang.
Memalukan yah, untuk hal begini aja ane harus berguru pada mbak elya
Hehe, makasih banyak mbak elya, aku jadi bisa menyapa-nyapa para penikmat blogku lagi. (Pengunjung blog: zzz.. =_=')
Problem solved yah!
=))

[MaretCeria] Waktu Itu di JOGJA ^^

Ikutan MaretCeria Cal-Vin Giveaway di http://www.fitrian.net/2011/03/maret-ceria.html
Hasil dari blogwalking mengunjungi blognya Bundit :D

Keterangan foto:
Itu foto aku sama adekku di area Kampus UGM di Jogja. Waktu itu aku masih tinggal di Semarang dan adekku kuliah di Jogja, jadinya sering saling mengunjungi. Itu ceritanya kita habis jajan Cilok. Jajanan favorit saat itu Cilok, Batagor dan Es Kunyit Asam (kalo ga salah eh) yang murah meriah di UGM :D
Kalau mengingat masa lalu, momen-momen jalan-jalan berdua terasa mewah sekarang setelah kita tinggal terpisah Solo-Jakarta.

Gimana, cukup ekspresifkah kita berdua? hahayyy...

Salsa dalam Empat Dimensi

Hari ini ketika sedang didepan laptop, tiba-tiba muncul keinginan untuk mengumpulkan semua foto-foto dan dokumentasi salsa dalam satu folder. Ketika tengah mengacak-acak isi lappy, menemukan sebuah folder bernama 'Salsa_in_Action'. Ternyata itu folder berisi foto dan video hasil USG 4 Dimensi (USG 4D) waktu hamil salsa dulu. Yippiiee.. muncul ide untuk mengaplodnya :D

Dulu aku melakukan pemeriksaan USG 4D di Rumah Sakit Gunung Sawo di Semarang. Total biaya sekitar 400.000 (kalau aku ga salah mengingat ya, nanti aku cari-cari lagi insya Alloh struknya *wkwk :D). Waktu itu Jumat malem sepulang kantor naik taksi ke Rumah Sakit Bersalin yang semua dokternya perempuan itu bareng teman-beda-kantor-tapi-satu-gedung sesama bumil, Jeng Anna. Waktu itu sekitar bulan Februari 2010 (dari hasil foto tertanggal 17 Februari), usia kehamilan aku 8 bulan sedang Jeng Anna 7 bulan. Ternyata aku termasuk telat melakukan USG 4D, karena posisi kepala janin udah dibawah dan udah masuk ke panggul, muka janin ga bisa terlihat jelas. Diambillah solusi untuk melakukan pemeriksaan lagi hari sabtu esoknya. Sabtu paginya aku naik motor melintasi jalanan menanjak Gunung Sawo. Alhamdulillah, lumayan kelihatan muka janin, walaupun ga sejelas hasil USG 4D Jeng Anna.

Ini beberapa foto hasil USG 4D nya :)




Jumpalitan Bersama JMI


“Ketika seorang ibu memiliki pekerjaan di luar rumah sekalipun, ia tak akan lepas dari urusan domestik.” Quote dari bagian pengantar di buku Jumpalitan Menjadi Ibu. Buku ini berisi kumpulan cerita pengalaman real para ibu, baik yang menjadi full time/stay at home mother maupun working mom. Dan benang merah semua cerita itu adalah balada, jumpalitan, serta kerepotan para ibu itu dalam menjalani perannya sebagai seorang ibu yang harus menghandle urusan rumah tangga (ataupun para ibu bekerja yang harus mendelegasikan sebagian tugasnya pada Asisten Rumah Tangga), memikirkan menu sehat untuk anak, mengantar-jemput anak sekolah, menjalani kehamilan, mendidik anak, dsb. Membaca buku ini meyakinkan saya bahwa keduanya, baik full time ataupun working mother, salah satu tidak lebih baik atau lebih buruk dari yang lainnya. Dan saya yang baru satu tahun menjadi ibu ini, menjadi semakin sadar bahwa menjadi seorang ibu mungkin akan mengurangi beberapa keleluasaan yang pernah dimiliki ketika masih lajang dulu, tapi ada banyak hal-hal membahagiakan yang tidak akan pernah terbayangkan jika tidak menjadi ibu.

Membaca buku ini akan membuat perasaan teraduk-aduk, apalagi jika membacanya sekali habis tanpa dijedai dengan aktivitas lain. Beberapa cerita membuat saya geli karena gaya penuturan penulis yang kocak, beberapa membuat saya terkagum dan salut dengan sikap sang penulis terhadap anaknya, ikut merasa khawatir ketika membaca cerita tentang pengaruh negatif teknologi pada anak, kemudian merasa prihatin ketika membaca ulah ART dan sulitnya mencari ART yang sesuai dengan harapan, bahkan sempat ‘meleleh’ di cerita ketiga yang berjudul Cinta Bunda di Setiap Embusan Napas.

Beberapa tahapan dalam cerita-cerita di buku ini sudah dan sedang saya jalani, seperti pengalaman kehamilan, memasak menu untuk anak, dan mencari ART. Sedangkan tahapan seperti mengantar anak ke sekolah, ‘serunya’ menjalani pagi hari ketika mempunyai anak usia sekolah, ataupun masalah pergaulan anak, adalah tahapan yang baru akan saya jalani minimal lima tahun kedepan. Tapi tetap saja sharing pengalaman para ibu ini bermanfaat untuk mempersiapkan mental dan ‘perbekalan’ lain yang diperlukan ketika saat itu nanti tiba.

Jadi, tidak perlu menunggu menjadi ibu untuk bisa membaca buku ini, seorang anak, seorang single, atau seorang ayah, boleh saja membaca buku ini agar bisa lebih berempati pada para ibu =)

Tulisan ini diikutsertakan dalam Lomba Menulis Notes Jumpalitan Menjadi Ibu yang diadakan penerbit Lingkar Pena

Foto diambil dari sini

Memoar IBF :: Bersama Bunda Helvy



Kawans,...
lihat
saya bersama bunda Helvy Tiana Rosa *mata berbinar*

Foto ini diambil pada 12 Maret 2011 lalu di Islamic Bookfair, saat bedah buku Ranah Tiga Warna karya A. Fuadi ("A"-nya apa ya? sampai sekarang belum tahu kepanjangannya). Waktu itu bunda Helvy menjadi pembedah novel tersebut dan moderatornya Ronald Surapradja.

Acaranya baguuus, sekalipun cuma kebagian sekitar 10 atau 15 menit terakhir saja pas sesi tanya jawab. Ronaldnya pinter menghidupkan suasana, Fuadinya bagus jawab pertanyaannya, kalo bunda Helvy? Kok diem aja? Tunggu punya tunggu.. beneran saya penasaran ingin dengar suara bunda Helvy. Sampai akhirnya diakhir sesi tanya jawab, hampir tutup acara malah, bunda Helvy menyela moderator, kalimat yang singkat tapi bikin adem, kurang lebih begini...

"Satu yang saya dapat setelah membaca buku Fuadi, dia itu nggak pernah mau ada dalam posisi hampir menjadi sesuatu. Dia nggak mau hampir jadi penulis, hampir sekolah di luar negeri, hampir jadi jurnalis, dan hampir-hampir yang lainnya, karena seberapapun dekatnya kita dengan hampir, tetap saja kita tidak pernah mendapatkan hal itu"


Dan ketika berjalan mendekati bunda Helvy (pas mau minta foto bareng), tiba-tiba mata ini berkaca-kaca, haru. Pas saya mendekati beliau untuk minta foto, dijawab dengan lembut, "o boleh" sambil tersenyum. Hiks...

Islamic Bookfair 2011


Ada yang berbeda di Islamic Bookfair (IBF) kali ini, maksud saya, untuk saya.
IBF tahun-tahun sebelumnya saya adalah penikmat setia yang heboh mengejar buku-buku berdiskon :D
IBF tahun-tahun sebelumnya saya hanya bisa mendatangi event ini satu kali saja (maunya si sepanjang event ini, tapi ga ada dana, hiks :P)
IBF tahun-tahun sebelumnya adalah event yang menguras dana dan tenaga, dana untuk menebus buku-buku incaran dan tenaga untuk menjelajahi seantero arena Bookfair (dan ternyata, beberapa buku hasil buruan di bookfair beberapa tahun lalu ada yang belum selesai dibaca, hahaii :D)

Maka...
IBF tahun ini saya bisa berkali-kali mendatangi event ini sesuka saya
IBF tahun ini bukan lagi event yang menguras dana dan tenaga (untuk berburu buku tentunya)

Kenapa eh kenapa?
Karena
IBF kali ini saya adalah bagian darinya
IBF kali ini saya buka stand disana
mampir ya :D
Saya ada di Arena IBF Istora Senayan Lantai 2 Blok Marwa Stand Nomor 83
Nama standnya Girly Bros/Pojok Bros-Salimah
Mampir ya :D
Selalu ada diskon!! :D


Provocative Proactive

Provocative Proactive. Tau kan? Salah satu program di metro tv. Semacam talk show yang mengangkat tema-tema yang sedang hangat. Gaya obrolan Panji, Ronal dan Jflow yang ringan dan penuh humor terasa menyegarkan. Lumayan buat tontonan lah sebelum nantinya (mungkin akan) jadi membosankan.

Tadi pagi sekilas lihat iklan acara ini, temanya Pajak Warteg, Apa Kata Dunia? Hmm.. rencana Pemprov DKI untuk mengenakan pajak pada pengusaha warteg alias warung tegal memang sedang hangat ya, Pajak juga sedang jadi sorotan dengan terungkapnya “skandal mafia pajak’ Gayus Tambunan.

Btw, slogan ‘Apa Kata Dunia’ ini kan slogannya Direktorat Jenderal Pajak (DJP), dan yang diurusi oleh DJP ini kan pajak pusat. Sementara pajak warteg ini walayahnya pajak daerah yang ketika dipungut akan masuk ke kas pemerintah provinsi. Agak nggak nyambung ya? Apa metro tv nggak tau ya? Oo.. mungkin sengaja dibuat judulnya seperti itu biar lebih menarik pemirsa. Mungkin lho ya.


Karier Saya adalah Keluarga

Karier saya adalah keluarga (Mario Teguh - The Golden Ways)

Banyak yang terjadi sepanjang tahun 2010 ini. Mulai dari melahirkan (28 Maret 2010), mutasi kerja ke Jakarta (per Mei 2010, tepat beberapa minggu sebelum cuti melahirkan berakhir, alhamdulillah bisa tinggal bersama suami setelah menjalani LDL Semarang-Jakarta sejak pernikahan 12 April 2009 :)), merintis bisnis online perlengkapan ibu, bayi dan muslimah WataShop (Agustus 2010) dan yang terakhir pengumuman Tugas Belajar November 2010 lalu (insya Alloh mulai Januari 2011 saya akan kembali ke bangku kuliah :))

Alhamdulillah. Bersyukur atas begitu banyak nikmat yang saya rasakan. Tapi yang namanya manusia, keinginan lebih akan selalu saja ada ya? (Hiks, astaghfirulloh, semoga bukan kufur nikmat). Belakangan ini keinginan untuk resign semakin menjadi saja. Ingin, sungguh ingin menjadi working-at-home-mom (WHM) yang punya banyak waktu bersama dengan anak, tidak seperti sekarang ini yang harus meninggalkan anak dari pukul tujuh pagi sampai pukul enam petang, membiarkan anak dalam asuhan Asisten Rumah Tangga. Keinginan ini semakin menjadi melankolik ketika membaca curhatan ibu-ibu di forum diskusi dan milis, ketika bertransaksi dengan WHM, bahkan ketika berinteraksi dengan tetangga yang full-time-mother (FTM).

Mencoba merunut sejak kapan niatan resign itu terlintas, hmmm, sepertinya sejak punya bayi. Awalnya sebatas keinginan abstrak saja, bahwa saya ingin berhenti bekerja dari kantor sebelum masa pensiun datang. Berhitung, masa pensiun umur 56 tahun, pada umur setua itu anak-anak saya pasti sudah tinggal bersama keluarga masing-masing, dan saya hanya berdua dengan suami saja (insya Allah). Ugh, nggak mau saya bersepi-sepi di masa tua. Maunya saya, berhenti kerja ketika saya belum terlalu tua dan anak-anak belum terlalu dewasa, biar bisa main bersama :)

Malam tadi ketika membaca buku Bunda Manajer Keluarga tulisan Irawati Istadi, ada satu paragraf di halaman 233 yang menyentil hati ini, isi paragraf itu adalah bahwa ‘Para wanita di Jepang berhenti dari pekerjaan mereka ketika mereka mempunyai bayi, dan mereka memulai mencari pekerjaan yang bersifat part time ketika anak mereka berusia 2 tahun kemudian ketika anak-anak mereka telah mencapai usia sekolah dasar baru wanita Jepang serius membangun karier mereka lagi’. Saya utarakan hal ini pada suami, jawabnya “Adik siap ga, uang belanja dikurangi, nggak jajan-jajan di luar lagi...(dst)?” Ya, ya, ya, saya sadar bahwa keputusan untuk resign itu bukan keputusan yang mudah, konsekuensi secara finansial pasti ada. Banyak hal yang harus dipersiapkan. Termasuk mengkomunikasikan rencana resign pada keluarga, tidak hanya pada keluarga inti tapi juga keluarga noninti.

Bismillah... bertekad untuk menjadikan keluarga sebagai karier utama, dengan (berusaha) tidak menganaktirikan karier-karier yang lain (sebagai pegawai dan sebagai owner dari WataShop :D). Untuk jangka pendek ini sepertinya tidak memungkinkan untuk bisa segera resign, jadi langkah minimal yang bisa saya lakukan adalah menyusun rencana resign yang lebih realistis dan memantapkan WataShop ini agar cukup menghasilkan ketika saatnya saya resign nanti. Mohon doanya :)

Artikel ini diikutsertakan pada Kontes Unggulan Muhasabah Akhir Tahun di BlogCamp


...

Baru kali ini sepanjang hidupku,
menyadari aku punya cita-cita yang sangat ingin aku mencapainya.

Ingin berkarier di rumah
itu saja

[Ikutan Kuis] Amalan-amalan Ringan Pembuka Surga

Siapa sih yang ga mau masuk surga? Kalau ditanya seperti itu, bisa dijamin kebanyakan akan menjawab MAU. Tapi, seringnya kita (eh, saya) lebih sering lupa. Lupa untuk menghadirkan impian masuk surga itu dalam keseharian kita. Ketika berjibaku dengan pekerjaan di kantor, dihadang deadline, ingatkah tentang itu? Ketika menghadapi anak rewel, tetangga bawel, impian masuk surga entah ada dimana.

Kenapa saya pilih buku ini? Karena judulnya: Amalan-amalan RINGAN Pembuka Pintu Surga. Dengan amalan ringan bisa membuka pintu surga? Kalau pintu udah terbuka berarti tinggal masuk ya? Alhamdulillah bahagianya :)

Lalu, kenapa saya layak dapet buku ini? Pertama, karena saya sangat ingin tahu amalan ringan apa yang bisa membuka pintu surga. Kedua, karena saya belum punya buku ini, hehe :D

Postingan ini diikutsertakan dalam Kuis GriyabukuQ Berbagi Buku: Pilih Sendiri Buku Hadiahmu! Di alamat http://griyabukuq.multiply.com/journal/item/87/

Buku yang dipilih: Amalan-amalan Ringan Pembuka Pintu Surga http://griyabukuq.multiply.com/market/item/39/_Amalan-Amalan_Ringan_Pembuka_Pintu_Surga

Menu MPASI Salsa Bagian Kedua

Nitip catet menu MPASI salsa ya, hehe Belum optimal si bikin menunya, masih harus banyak-banyak buka referensi (hizzz, ga pernah sukses baca wholesomebaby.com)

**) Keterangan tabel: Harusnya wortel baru boleh diberikan ke bayi umur 8bulan, karena kandungan nitratnya tinggi. (Eh, eh, emang kenapa kalo nitratnya tinggi? zzrrrtttt.. nanti googling dan blogwalking lagi ahhhh)


Blogwalking

Lama gak berkunjung ke blog teman-teman
Abis edit template #again.. udah ah abis ini ga edit-edit lagi terpaksa link blog kawan yang sudah terpasang banyak itu terhapus biar template yang baru bisa berjalan maksimal.
Hyuuuu... mau memunguti satu persatu blog teman ah...



Berenang Yuuk...!






Ini proyek lamanya bundo alhamdulillah akhirnya kesampaian juga
Nyemplungin salsa di kolam pakai neck ring! Ahaha \(^^,)/
Kolam dan pompa tangan bestway beli di www.rafishop.com dagangannya mbak sari
#ni aku promosiin mbak, lain kali diskon ya, hihi :D

Awal-awal dicemplungin salsa nangis
dingin kali ya airnya, air keran si
ditambahinlah pake air anget dari termos dan panci yang tadinya mo buat mandi pagi
trus dicemplungin lagi udah ga nangis deh

Awalnya diem aja dipojokan dengan neckringnya melingkar di leher
tapi akhirnya salsa tahu kalo kakinya gerak dia bisa pindah tempat
yasudah salsa muter-muter kegirangan
yang nontonin salsa renang juga kegirangan :D

Big thx to Ayah salsa yang udah mompain ini kolam dari jam 05:30 sampai sekitar jam 06:30
hihi
pegel dah :D

Serunya MPASI Salsa \(^^,)/






[MPASI] Hari ke-1 s.d. Hari ke 14

Alhamdulillah sudah memasuki hari ke-14 MPASI Salsa. Sudah mencoba 3 jenis bubur dan 2 jenis buah. Bubur Beras coklat, bubur beras merah, bubur ubi. Ketiganya menggunakan Tepung Gasol Organik. Buah yang sudah dicoba pepaya dan alpukat. Yuk dilihat tabel menu MPASI Salsa selama 14 hari ini :

Bubur Beras Coklat
Memilih beras coklat berdasarkan sharing dari kawan sesama emak-emak yang memulai memperkenalkan MPASI pada bayinya dengan bubur beras coklat. Bingung juga pertama dengar ini beras. Coklat? Langsung deh berasosiasi dengan coklat yang manis itu. ternyata.. ini hasil bertanya ke om gugel :
Beras coklat adalah beras yang hanya dihilangkan sekamnya, namun tidak dipoles menjadi beras putih (dari sini)
Beras Coklat adalah beras putih yang masih mengandung lapisan kulit ari. Berbagai penelitian membuktikan kulit ari beras (aleuron dan pericarp) banyak mengandung nutrisi (protein, lemak, vitamin, mineral dan serat). (dari sini)
Reaksi salsa :: Hari pertama seporsi bubur beras coklat ga habis. Mungkin masih merasa aneh dengan rasa bubur. Hari kedua s.d. empat habis tandas! Hebat! Plok plok plok :D

Puree Pepaya
Awalnya berniat memperkenalkan alpukat. Tapi di pasar lagi kosong, jadilah cari-cari buah yang ada di kulkas. Taraa! Ada si pepaya ini nangkring, sudah dukupas dan dipotong-potong pula. Hihi. Dan karena kami belum punya blender, akhirnya dipakelah grinder dari pigeon foodmaker untuk menghancurkan pepaya ini.
Reaksi salsa :: Langsung bergidik begitu sesendok puree pepaya masuk ke mulutnya. Hihi. Puree ini juga ga habis, cuma beberapa sendok saja yang berhasil masuk ke perut. Tapi jangan tanya khasiatnya. Malemnya salsa sampai poop dua kali sangking lancarnya :D

Bubur Beras Merah
Memilih untuk membuat bubur beras merah setelah melihat efek pepaya pada salsa. Hihi. Bubur beras merah dengan porsi lebih banyak dari sebelumnya.
Reaksi Salsa :: Buburnya habis :)

Bubur Ubi
Tepung gasol yang belum dicoba di lemari ada tepung ubi, arrowroot dan satu lagi lupa. Dari ketiga itu dipilihlah tepung ubi. *ternyata tepung ubi lebih mudah bercampur dengan air ya daripada tepung beras* Warna buburnya bagus, ungu :D
Reaksi salsa :: Bergidik lagi ngerasain bubur ubi. Mamnya belepotan kemana-mana. Hari pertama kenalan bubur ubi ga habis 1 porsi, hari berikutnya .. mm lupa. Pokoknya si bunda mah ga pernah maksain salsa untuk menghabiskan makanannya. Namanya juga latihan mam :)

Puree Alpukat
Akhirnya mimpi mengenalkan alpukat ke Salsa kesampaian juga! Ini alpukat dibeliin sama Ayah salsa. (makasih Ayah :)
Reaksi Salsa :: hampir sama seperti ketika berkenalan dengan pepaya. Hihi. Yang ini ga pake bergidik, tapi seporsi ga habis juga.

Powered by Blogger